Minggu, 07 Desember 2014

TIK dalam Pembelajaran Modern BK


TIK DALAM PEMBELAJARAN MODERN BK

Makalah
       Disusun guna memenuhi tugas  mata kuliah TIK
       Dosen pengampu Yoga Eska Pambudi Utama, S.Kom







Oleh

Devy Mukaromah
(1301413078)










JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat berdampak pada kehidupan masyarakat, karena pada dasarnya di zaman modern kehidupan masyarakat tidak akan lepas dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seperti halnya komputer yang merupakan bagian dari teknologi informasi kini mewabah dan hamper semua kegiatan menggunakan komputer. Contoh yang dapat di lihat adalah pendaftaran sekolah yang kini cukup mendaftar melalui nternet. Hal tersebut juga nampak pada proses pembelajaran di hampir semua sekolah. Pada era sekarang pembelajaran termasuk didalamnya bimbingan dan konseling telah bergeser dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran berbasis perkembangan teknologi. Seorang konselor kini tidak bias hanya mengandalkan media manual saja, tidak cukup hanya berceramah saja saat memberikan penyuluhan klasikal sambil menulis di papan tulis karena itu hanya membuat siswa menjadi bosan. Namun ketika seorang konselor dapat menggunakan power point dengan efek animasi, audio dan transisi yang di sukai anak itu akan lebih membuat anak memahami penyuluhan yang d sampaikan.
 Apabila konselor tetao dengan pembelajaran tradisional tanpa memperhatikan perkembangan zaman atau tidak mau menggunakan teknologi informasi yang ada maka tjuan bimbingan dan konseling tidak dapat diwujudkan secara maksimal. Hal inilah yang membuat penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling harus di aplikasikan.
1.2  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana penjelasan mengenai pembelajaran modern ?
b.      Bagaimana pengertian TIK?
c.       Bagaimana fungsi TIK?
d.      Bagaimana manfaat TIK?
e.       Bagaimana penjelasan mengenai bimbingan dan konseling?
f.       Bagaimana pengembangan media pembelajaran dalam BK?
1.3  Tujuan Penulisan
a.       Untuk mengetahui tentang pembelajaran modern?
b.      Untuk mengetahui TIK?
c.       Untuk mengetahui manfaat TIK?
d.      Untuk mengetahui fungsi TIK?
e.       Untuk mengetahui tentang BK?
f.       Untuk mengetahui contok aplikasi tik dalam pembelajaran bimbingan dan konseling.
1.4  Manfaat Penulisan
a.       Dapat memahami hakikat TIK dan BK
b.      Dapat memahami latar belakang tik dalam bimingan dan konseling
c.       Dapat memahami fungsi dan manfaat tik
d.      Dapat memahami aplikasi tik dalam bimbingan dan konseling

BAB II
PEMBAHASAN
1.1  Pembelajaran Modern
Pembelajaran modern adalah situasi atau kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan karakter anak dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi (IPTEK). Empat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols :
(1)   instruction should be student-centered;
(2)   education should be collaborative
(3)   learning should have context;
(4)   schools should be integrated with society.
1)   Instruction should be student-centered
Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.
2)    Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
3)    Learning should have context
Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4)   Schools should be integrated with society
Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.
1.2  Pengertian TIK dan BK
2.1.1 Pengertian Teknologi dan Informasi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) teknologi informasi dan komunikasi memilki  pengertian dari setiap suku kata yaitu sebagai berikut:
  • Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia
  • Informasi adalah penerangan atau pemberitahuan tentang suatu kabar ataupun sebuah berita
  • Komunikasi  adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami
Jadi dari pengertian suku kata dapat di simpulkan pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu sarana umtuk memberitahukan suatu kabar atau berita kepada 1 orang atau lebih untuk kenyamanan kehidupan manusia.
            Berbeda dengan pengertian di atas  Williams dan Sawyer menyatakan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi( komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara atau video).
Dari pengertian di atas dapat kelompok kami menyimpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah sarana pemanfaatan komputer sebagai alat untuk memproses, menyajikan, serta mengelola data dan informasi dengan berbasis peralatan komunikasi yang juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain.
2.1.2        Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan menurut Mortesen dan Semuller (dalam Prayitno dan E. Amti 1994:94) adalah bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staff ahli dengan cara setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuh-penuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi. Sedangkan menurut Benard &Fullmer (dalam Prayitno & E.Amti 1994:101) konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantuyang bersngkutan untuk mengapresiasi hal tersebut.
Dari pemaparan diatas kelompok kami menyimpulkan bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh sorang konselor kepada konseli secara berkesinambungan, sistematis, dan normatif  yang bermuara terselesaikannya permasalahan klien serta dapat memanfaatkan potensi yang dimilki dan sarana yang ada sehingga individu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perembangan yang optimal dan menjadi individu yang mandiri.
2.2      Latar Belakang  pemanfaatan Tik dalam Bimbingan dan Konseling
Dewasa ini didunia modern, dituntut dengan adanya kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi kedalam semua bidang pekerjaan, termasuk dalam melaksanakan konseling oleh seorang konselor . Maka dari itu sangat diperlukan sekali pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan konseling .
Dalam dunia pendidikan yang semakin berkembang saat ini kita telah dikenalkan dengan banyak tentang aplikasi-aplikasi media pembelajaran berbasis TIK, mulai dari penggunaan media internet (website), aplikasi belajar, kamus elektronik, media flash, film/video dan lain sebagainya hinga yang paling sering dijumpai yaitu power point. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan tantangan baru bagi praktisi bimbingan dan konseling. Seperti halnya yang telah kita ketahui bahwa model pendekatan baru cybercounceling mulai sering diminati oleh para praktisi bimbingan dan konseling baik disekolah atau di luar sekolah. Berdasarkan hal diatas maka TIK bagi dunia bimbingan dan konseling adalah tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program-progam pendidikan dan layanan yang ada.
Dalam dunia bimbingan dan konseling penggunaan media dalam pemberian layanan dirasa lebih efektif dan menarik bagi siswa sehingga ketercapaian layanan dirasakan lebih optimal, karena dengan berbasis TIK berbagai tampilan layanan dapat diperoleh dan dibermanfaatkan dengan lebih baik seperti media  flashebook, artikel internet dan tentunya masih banyak aplikasi TIK lainnya. Dengan  begitu baik guru pembimbing maupun siswa nantinya dapat memperoleh dan memanfaatkan segala media yang ada dalam mencapai tujuan layanan yang diinginkan.
2.3      Fungsi TIK
Fungsi umumnya yaitu:
1.    Publikasi: Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya
2.    Pelayanan dan bantuan: Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, misalnya penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3.        Pendidikan: Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya. Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.
Sedangkan fungsi khususnya adalah sebagai berikut:
a.    Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.
b.   Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya
c.    Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkonseling dengan lebih mudah karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
d.   Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik
2.4      Manfaat Tik
Wahidin (2009:12) menyatakan bahwa “terdapat beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya adalah presentasi, demontrasi, virtual experiment, dan kelas virtual”.
(1)   Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer atau notbook dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. program analisis data, sistem data base, power point.
2)  Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan, misalnya cara melakukan penghitungan dalam matematika atau tata cara praktek tertentu yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).
3) Virtual experiment
Maksud dari virtual experiment disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual
(4)   Kelas virtual (Virtual Class)
            Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web. Dengan demikian guru juga memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil pembelajaran siswa. web dan blog. Ilmo.unnes.ac.id
2.5      Pengembangan Media Pembelajaran Pada BK
Pengembangan  media pembelajaran Bimbingan Konseling menurut  Agus Triyanto M.Pd terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Media Grafis
a)    Modul
b)   Brosur
c)    Booklet
d)   Poster
e)    Newsletter
f)    Gambar
g)   Komik

2. Media Elektronik
a)    rekaman audio
b)   Rekaman video
c)    Presentasi multimedia
d)   CD interaktif
e)    Film

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Teknologi informasi dan komunikasi adalah sarana pemanfaatan komputer sebagai alat untuk memproses, menyajikan, serta mengelola data dan informasi dengan berbasis peralatan komunikasi yang juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh sorang konselor kepada konseli secara berkesinambungan, sistematis, dan normatif yang bermuara terselesaikannya permasalahan klien serta dapat memanfaatkan potensi yang dimilki dan sarana yang ada sehingga individu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perembangan yang optimal dan menjadi individu yang mandiri.
Dewasa ini didunia modern, dituntut dengan adanya kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi kedalam semua bidang pekerjaan, termasuk dalam melaksanakan konseling oleh seorang konselor . Maka dari itu sangat diperlukan sekali pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan konseling . Manfaat Tik dalam Bimbingan dan Konseling Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan. Pencarian informasi yang lebih akurat dan cepat, membutuhkan waktu yang relatif, konseling dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
3.2 Saran
Seorang konselor harus memahami tentang teknologi informasi dan komunikasi karena dengan perkembangan zaman yang semakin modern seorang konselor harus memberikan layanan dengan memperhatikan perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada konselor akan lebih mudah mewujudkan tujuan konseling.


Daftar Pustaka
Prayitno dan  E.Amti. 1994. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

2 komentar:

Silahkan komentar dengan sopan, teman